Selasa, 11 Oktober 2011

Pembelajaraan Berharga

Memang baru sangat merasakan sebuah penyesalan itu datang di akhir. Banyak sekali penyesalan yang baru aku sadari, antara lain:
Baru menyadari semua tingkah laku yang tidak baik pada orang tua itu membuat hati mereka sedih. Hukuman yang mereka berikan adalah hal yang terbaik untuk mengurangi tingkah laku kita yang buruk. Penghargaan pada diri kita adalah salah satu maksud agar kita bisa meningkatkan perilaku baik itu menjadi kebiasaan.

Hukuman-hukuman yang aku dapatkan selama ini sudah terlalu banyak yang tidak bisa dilupakan. Akan tetapi hukuman itu dapat aku jadikan sebagai pembelajaran untuk diri sendiri dan orang lain. Hukuman-hukuman itu diantaranya adalah:
Pintu pagar dikunci karena tidak pulang ke rumah saat batas waktu untuk bermain (siang/malam) telah habis. Tidak mendapatkan uang jajan bila melakukan sebuah kesalahan. Menuliskan “Saya Bersalah Sudah Memalsukan Tanda Tangan dan Berjanji Tidak Akan Mengulanginya Lagi” pada buku tulis sebanyak 5 lembar dan harus meminta tanda tangan kepala sekolah serta wali kelas. Dipukul pipinya hingga hidung mengeluarkan darah karena mengejek orang dengan menyebutkan salah satu nama binatang. Cabe rawit dioleskan ke bibir karena membawa kata-kata kotor ke rumah. Tidak diajak bicara bila telat shalat. Dan berbagai macam bentuk hukuman yang lain yang tidak dapat disebutkan saking banyaknya.

Sangat banyak pula penghargaan yang diberikan mama papa pada diriku seperti memberikan pujian atau hadiah apabila aku mendapatkan nilai yang bagus saat pembagian rapot dan masih banyak lagi sampai aku tidak dapat menyebutkannya. Karena bagiku yang mengingat hukuman-hukuman yang diberikan mama papa bukan karena aku marah atau dendam, akan tetapi karena hukuman itu semua dapat aku jadikan pelajaran sampai sekarang agar aku tidak mengulangi kesalahan yang sama. Itu semua baru aku sadari setelah aku remaja beranjak dewasa. Aku sadar kasih sayang yang mereka berikan tidak akan sepenuhnya berupa penghargaan saja, tetapi sesekali juga harus memberikan hukuman jika memang anak-anak mereka melakukan kesalahan.

Terkadang diumur 19 tahun ini, aku suka kangen dengan hukuman-hukuman yang pernah mereka berikan. Tetapi kalau dipikir-pikir, apakah hukuman itu semua efektif jika diberikan pada seusiaku sekarang?? Aku suka tertawa sendiri melihat adik ku yang terkadang diperlakukan dengan hukuman yang sama bila melakukan kesalahan. Ternyata aku dulu seperti ini ya yang ada dibenak ku saat melihat mama papa memberikan hukuman pada adik ku. Ingin sekali aku memberitahu adik ku agar tidak melakukan kesalahan yang sama seperti ku dulu, namun adik ku termasuk orang yang sulit diberitahu sebelum ia merasakannya sendiri.

Hal-hal itu lah yang aku rindukan. Mama papa,, dede minta maaf atas semua kenakalan-kenakalan selama ini. Hukuman-hukuman itu bisa membangun karakter dede agar menjadi lebih kuat dalam menghadapi masalah. Itu semua dapat dede jadikan pelajaran hingga sekarang ini bisa meminimalisir sifat negatif yang ada pada diri dede. Bagiku kasih sayang orang tua itu tidak ada tandingannya walaupun itu berupa hukuman. Karena hukuman yang mereka berikan adalah bentuk kasih sayang karena mereka ingin anak-anaknya menjadi anak yang memiliki sifat baik pada siapapun. SAYANG MAMA PAPA :*

                                 Cimahi, 11 Oktober 2011 ; 18:02
                                 Inspirated by: Psikologi Umum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar